Kamis, 26 Juni 2014

Peluang Usaha Minyak Atsiri Jahe




 Peluang Usaha Minyak Atsiri Jahe

Jahe merupakan jenis umbi/rimpang yang sudah banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat luas berkaitan dengan kandungan dan manfaatnya. Pengolahan dan pemanfaat jenis rimpang yang satu ini antara lain sebagai bumbu dapur, diolah sebagai minuman hangat baik dalam bentuk segar ataupun sudah diolah lebih lanjut dalam bentuk bubuk siap pakai. Satu lagi yang dapat dimanfaatkan dari rimpang jahe adalah diambil kandungan minyak atsiri jahe melalui proses penyulingan. Ketersediaan rimpang jahe yang sangat melimpah serta proses pengolahan/penyulingan yang cukup mudah menjadikan Usaha pengolahan minyak atsiri jahe ini menjadi peluang usaha yang sangat sayang untuk dilewatkan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiygqpGkfr_-UmIStW4G-M2Z7N0E3tJ4WidegDXBX25GwQF6KeNIIlcghBzAliXgnNyNGX64YJQs-fkvaj9j76oOwVs-3gnONrlbXUcO_oOc1SwsLahDu2mBPeK0TUWf0spjLTlz_mrccQ4/s320/fresh-ginger-oil.jpg
Mengenal lebih jauh mengenai minyak atsiri, minyak atsiri adalah senyawa mudah menguap yang tidak larut di dalam air yang berasal dari tanaman diantaranya terkandung dalam rimpang jahe. Secara garis proses pengolahan jahe untuk menghasilkan minyak atsiri adalah sebagai berikut : Minyak atsiri dapat dipisahkan dari jaringan tanaman melalui proses destilasi. Pada proses ini jaringan tanaman dipanasi dengan air atau uap air. Minyak atsiri akan menguap dari jaringan bersama uap air yang terbentuk atau bersama uap air yang dilewatkan pada bahan. Campuran uap air dan minyak atsiri dikondensasikan pada suatu saluran yang suhunya relatif rendah. Hasil kondensasi berupa campuran air dan minyak atsiri yang sangat mudah dipisahkan karena kedua bahan tidak dapat saling melarutkan.

Metode Penyulingan
Kandungan minyak atsiri dalam rimpang jahe kurang lebih sebesar 1-3%. Ada beberapa teknik penyulingan minyak atsiri pada rimpang jahe yang dapat dilakukan, yaitu :
Ø Metode perebusan
Bahan baku dalam hal ini rimpang jahe direbus di dalam air mendidih. Minyak atsiri akan menguap bersama uap air, kemudian dilewatkan melalui kondensor untuk kondensasi. Alat yang digunakan untuk metode ini disebut alat suling perebus.

Ø Metode pengukusan
Rimpang jahe (bahan baku) dikukus di dalam ketel yang konstruksinya hampir sama dengan dandang. Minyak atsiri akan menguap dan terbawa oleh aliran uap air yang dialirkan ke kondensor untuk kondensasi. Alat yang digunakan untuk metode ini disebut suling pengukus.

Ø Metode uap langsung
Bahan baku (rimpang jahe) dialiri dengan uap yang berasal dari ketel pembangkit uap. Minyak atsiri akan menguap dan terbawa oleh aliran uap air yang dialirkan ke kondensor untuk kondensasi. Alat yang digunakan untuk metode ini disebut alat suling uap langsung.
Pada umumnya untuk skala kecil seperti yang dilakukan oleh kebanyakan petani, metode pengukusan paling sering digunakan karena mutu produk cukup baik, proses cukup efisien, dan harga alat tidak terlalu mahal, sedangkan untuk untuk skala besar, metode uap langsung yang paling baik karena paling efisien dibanding cara lainnya.

Bahan yang diperlukan dalam proses produksi minyak atsiri jahe terdiri atas : Rimpang jahe, air serta Kertas saring berlapis magnesium karbonat.

Peralatan yang diperlukan dalam pengolahan rimpang jahe menjadi minyak atsiri jahe terdiri atas :
· Alat suling pengukus. Alat ini digunakan untuk menyuling minyak atsiri dengan metode pengukusan. Bagian-bagian utama dari alat penyuling ini ialah : Ketel suling, pengembun uap (kondensor) serta penampung hasil pengembunan.
· Botol kaca berwarna gelap, atau jerigen plastik kualitas tinggi.

Proses pengolahan :
a. Penyiapan Bahan
Sebelum dilakukan poses pengolahan rimpang jahe, perlu dilakukan beberapa persiapan yaitu rimpang jahe dicuci sampai bersih, kemudian dipotong kecil-kecil (dirajang) dengan ketebalan berkisar antara 2 sampai 4 mm. Atau rimpang jahe dapat juga digeprak (dipukul sampai memar dan pecah, tapi tidak sampai hancur). Tahap pembersihan ini jahe yang akan disuling tidak perlu dikuliti karena pengulitan akan menurunkan rendeman minyak atsiri jahe.
Catatan : Ukuran potongan (rimpang) harus diusahakan seseragam mungkin. Ukuran yang tidak seragam akan meyulitkan penyusunan bahan di dalam ketel secara baik.


b. Penyiapan Alat Suling
Setelah bahan baku (jahe) siap, dilakukan persiapan alat yaitu bagian dalam ketel dibersihkan. Setelah itu ketel diisi dengan air bersih, dengan permukaan air berada 3-5 cm di bawah plat berpori yang menjadi alas irisan jahe. Air yang paling baik diisikan adalah air hujan, karena air ini tidak akan menimbulkan endapan atau kerak pada dinding dalam ketel.

c. Pengisian Bahan ke dalam Ketel .
1. Bahan baku yaitu rimpang jahe yang sudah dirajang, diisikan ke dalam ketel secara baik. Bahan disusun dengan formasi seragam dan mempunyai cukup rongga untuk penetrasi uap secara merata ke dalam tumpukan bahan. Perlu diperhatikan , tumpukan bahan yang terlalu padat dapat menyebabkan terbentuk rat holes yaitu suatu jalur uap yang tidak banyak kontak dengan bahan yang disuling. Tentu saja hal ini menyebabkan rendemen dan mutu minyak akan rendah.

2. Setelah bahan diisikan ke dalam ketel, penutup ketel ditutup secara rapat sehingga tidak ada celah sekecil apapun yang memungkinkan uap lolos dari celah tersebut.

d. Penyulingan
Tahapan selanjutnya adalah yang paling utama yaitu proses penyulingan, dilakukan dengan cara :
1. Pertama kondensor dialiri dengan air pendingin. Pada saat itu alat pemisah air-minyak sudah terpasang pada saluran keluar kondensat.
2. Tahap selanjutnya, ketel dipanaskan dengan api tungku atau kompor. Api harus diusahakan hanya mengenai dasar ketel. Api yang terlalu besar bisa menjilat dinding ketel sehingga dinding menjadi sangat panas, dan hal ini dapat menyebabkan gosong atau rusaknya bahan yang terdapat di dalam ketel. Proses penyulingan ini dilakukan selama kurang lebih 16-30 jam. Minyak jahe yang baik berwarna kuning kecoklat-coklatan.

e. Pengurangan air
Dari hasil proses penyulingan tersebut, minyak jahe yang diperoleh masih mengandung sejumlah kecil air. Kandungan air ini dapat dikurangi dengan cara menyaring minyak melalui kertas saring berlapis magnesium karbonat.
Catatan : Untuk memperoleh minyak atsiri jahe dengan kandungan air yang rendah, minyak atsiri jahe harus disentrifusi dengan kecepatan tinggi atau disaring dengan penyaring mekanis.

f. Penyimpanan
Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya disimpan/dikemas di dalam botol kaca yang berwarna gelap dan kering. Botol ini harus ditutup rapat. Jerigen plastik yang berkualitas tinggi juga dapat digunakan sebagai wadah penyimpan minyak atsiri jahe.
Setelah melalui proses pengemasan dan pelabelan, minyak atsiri jahe siap dipasarkan kepada konsumen ataupun industri-industri yang berkaitan. (http://binaukm.com)

Sumber : http://petanijahemerah.blogspot.com/2012/05/peluang-usaha-minyak-atsiri-jahe.html

Permen Jahe Populer di Eropa

 

Permen Jahe Populer di Eropa

Siapa yang tahu harga permen jahe saat ini? Maklum, semakin jarang dijual di warung-warung sekitar kita. Permen jahe biasanya diproduksi oleh industri rumahan, jadi kalah bersaing dengan permen lain hasil pabrik.

Siapa sangka, permen ini ternyata sudah ratusan tahun terkenal di Eropa. Setidaknya begitulah yang tertuang dalam tulisan John Joseph Stockdale dalam bukunya Island of Java.

Petualang asal Inggris ini menyatakan dalam bukunya, Belanda mengirimkan sebanyak 5.000 kilogram produk yang disebut dengan candied ginger dari Batavia ke Eropa pada tahun 1778. Melihat jumlahnya, sangatlah besar untuk ukuran pada masa itu.

Penganan ini digemari oleh masyarakat Eropa karena dirasakan pas untuk kondisi alam mereka yang dingin.


 Selain itu, penganan tradisional ini juga memiliki kemampuan untuk menghangatkan badan, menyegarkan tenggorakan dan menyembuhkan kembung dan menghangatkan badan dan menyegarkan tenggorokon.

Hebatnya lagi, permen jahe juga terpilih sebagai salah satu permen khas Indonesia yang tak kalah terkenal dibanding dengan Nougat (Perancis) atau Gummy Bear (Jerman).

Sumber: beritasatu.com
Sumber : http://petanijahemerah.blogspot.com/2012/05/permen-jahe-populer-di-eropa.html
 

Mengenal Tanaman Jahe Merah


Gambar Tanaman Herbal Jahe Merah

Mengenal Tanaman Jahe Merah

 
 
Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang dalam termasuk kelompok tanaman temu-temuan atau tumbuhan rumpun berbatang semu atau berimpang. Jahe memang sering digunakan untuk bahan rempah dalam menambah rasa dalam berbagai jenis makanan, minuman namun jahe juga banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam membuat jamu olahan atau obat-obatan tertentu.

Jahe disinyalir berasak dari Asia pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karenanya kedua negara ini dianggap sebagai negara yang kali pertama memanfaatkan jahe sebagai bahan campuran dalam minuman, bumbu masak dan obat-obat tradisional.

Jahe merah masih dapat dikatakan termasuk dalam tanaman kelompok family tanaman seperti temulawak (Curcuma Xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galaga), lengkuas (Languas galaga) dll.

Jahe juga memiliki nama daerah di tiap daerah di Indonesia, seperti :
1. Aceh : Halia
2. Gayo : beeuing
3. Batak Karo : bahing
4. Minangkabau : sipodeh
5. Lampung : jahi
6. Jawa Barat : jahe
7. Jawa Tengah dan Bali : jae
8. Madura : jhai
9. Gorontalo : melito
10. Ternate : geraka

Klasifikasi tanaman jahe merah :
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Species : Zingiber officinale

Ciri-ciri dari tanaman jahe merah :

1. Tanaman jahe merah memiliki batang semu, dengan ketinggian tanaman mencapai 30 cm – 1 m dengan rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga.

2. Daun dari tanaman jahe merah berdaun sempit, dengan panjang daun 15-23 mm dan lebar 8-15 mm, tangkai daun berbulu memiliki panjang 2-4 mm, bentuk lidah daun memanjang dengan panjang 7,5-10 mm ada yang tidak berbulu dan berseludang agak berbulu.

3. Memiliki bunga yang menyerupai malai tersembul di permukaan tanah yang berbentuk tongkat atau bundar telur yang agak menyempit yang berukuran 2,75-3 kali lebarnya yang sangat tajam, malai memiliki panjang 3,5-5 cm dan lebar 1,5-1,75 cm, gagang bunga hampir tidak berbulu dengan panjang 25 cm, rahis berbulu jarang, sisik yang terdapat gagang terdapat 5-7 buah berbentuk lanset yang letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu. Memiliki panjang sisik 3-5 cm, memiliki daun pelindung yang berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada bagian ujungnya hampir tidak berbulu dan berwarna hijau cerah dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1-1,75 cm.

4. Memiliki mahkota bunga yang berbentuk tabung 2-2,5 cm, mahkota bunga memiliki helaian bunga yang agak smpit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan dengan panjang mahkota bunga 1,5 – 2,5 mm dan lebar 3-3,5 mm bibir pada mahkota bunga berwarna ungu gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan dengan panjang 12-15 mm, kepala sari berwarna ungu dengan panjang 9 mm dan memiliki 2 tangkai putik.

5. Tanaman jahe dapat tumbuh pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus.

6. Tumbuh dengan tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik.

7. Tumbuh pada tanah yang memiliki keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4.

8. Jahe merah dapat tumbuh baik pada daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0-2.000 mdpl, namun di Indonesia tanaman jahe merah tumbuh pada ketinggian 200-600 mdpl.

Tanaman herbal jahe merah ini banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mudah tumbuh di perkarangan dan kebun. Selain di Indonesia tanaman herbal jahe merah kini sudah banyak dibudi dayakan di beberapa negara seperti Australia, Srilanka, China, Mesir, Yunani, India, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan dan beberapa negara belahan dunia lainnya. Jamaika memiliki jahe dengan kualitas tinggi dan saat ini India merupakan produsen jahe terbesar lebih dari 50 % dari total produksi jahe di dunia.

Jahe memiliki 3 jenis tanaman yang berbeda namun masih termasuk family dari tanaman jahe yang dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya yang umumnya dikenal menjadi 3 jenis jahe, yakni :

1. Jahe putih / kuning besar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jahe Gajah atau Jahe Badak yang memiliki rimpang lebih besar dan gemuk, ruas rimpang lebih menggembung dari jenis jahe lainnya. Jenis jahe ini dapat dipanen ketika jahe berumur muda maupun berumur tua dan sangat baik diolah menjadi minuman langsung jahe segar atau diolah menjadi beberapa macam olahan minuman atau obat-obatan.

2. Jahe putih / kuning kecil atau yang lazim disebut sebagai Jahe Sunti atau Jahe Emprit yang memiliki perbedaan tipis dengan ciri tanaman atau tumbuhan dari jahe gajah, yakni memiliki ruas kecil, agak merata dan agak sedikit menggembung. Jahe merah kecil ini dapat dipanen ketika berusia tua. Namun kandugan akan minyak atsiri dari jahe sunti ini lebih besar daripada jahe gajah sehingga jahe sunti memiliki rasa jahe yang lebih pedas dan memiliki serat tinggi daripada jahe gajah. Jahe Sunti atau jahe emprit cocok untuk dibuat ramuan atau resep obat-obatan atau untuk diolah dan diubah menjadi ekstrak Oleoresin dan minyak atsirinya.

3. Jahe merah. Jahe merah memiliki rimpang berwarna merah dan lebih kecil daripada jenis jahe yang sebelumnya. Jahe merah dapat dipanen ketika tanaman sudah tua karena akan semakin banyak menghasilkan kandungan minyak atsiri dibanding dengan kedua jenis jahe diatas. Kegunaan jahe merah dapat diolah menjadi sajian minuman yang menghangatkan tubuh, minuman segar, minuman dalam bentuk bubuk, obat-obatan dalam bentuk kapsul atau pil, campuran dalam beberapa jenis makanan dll.

Sumber : http://jahemerah.org/jahe-merah/ 
Sumber : http://gadis-anugrahteknologi.blogspot.com/2013_02_01_archive.html
 

Bibit Jahe Kultur Jaringan dan Kelebihannya



Ginger PlantletsGinger PlantletsGinger Plantlets









Ginger Plantlets

Ginger Plantlets

Arus Primajaya Sdn Bhd was formed to produce a tissue culture-quality crops. Reproductive techniques are used by breeders to generate new varieties of crops and our plantlets cultivated is halia bentong.
 
Advantages :
It helps to eliminate plant diseases through careful stock selection and sterile techniques
It allows for the international exchange of sterilized plant materials
It enables the preservation of pollen and cell collections form which plants may be propagated
It enables cold storage of large numbers of viable plants in a small space


Arus Primajaya Sdn Bhd
No.26, Jalan Hussein Abd Rahman
82200, Benut Johor.

Mobile: +6012 339 6929 - Jacky
Mobile: +6012 709 7169 - Mr.Tan

Telephone: +607 690 1064
FAX: +607 690 7199
E-mail: marketing@arusprima.com

Gallery

Arus Primajaya

Sumber : http://arusprima.com/ginger

Aneka Produk Jahe Olahan





















Jingiberis Rhizoma - Jahe


Jingiberis Rhizoma - Jahe

Kandungan tanaman herbal yang terkandung di foredi gel yang ketiga adalah Jahe. Jahe adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Sejarah
Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.
Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bsia dilakukan di daerah katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.
Ciri morfologis
Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.
Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
Pengolahan dan pemasaran
Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi.
Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu:
* Jahe segar
* Jahe kering
* Awetan jahe
* Jahe bubuk
* Minyak jahe
* Oleoresin jahe
Jahe kering
Merupakan potongan jahe yang kemudian dikeringkan. Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.
Awetan jahe
Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar, terutama jahe muda. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah acar, asinan, sirup, dan kristal jahe. Jenis ini disukai konsumen dari daerah Asia dan Australia.
Bubuk jahe
Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.
Oleoresin jahe
Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Bentuknya berupa cairan cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.
Varietas
Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:
Jahe gajah/jahe badak
Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.
Jahe kuning
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.
Jahe merah
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak asiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah. Dengan serat lebih besar dibanding jahe biasa.
Jahe merah mengandung minyak astiri yang tinggi. Terdiri dari zingeberin, kamfena, zingebern, gingeral, dan juga shogool. Selain itu juga jahe merah mengandung asam aksolat, gingerin, asam malat, dan juga asam organik. Jahe merah diketahui berkhasiat sebagai pencahar, antirematik, dan obat masuk angin. Selain itu, jahe merah juga bisa mengobati radang tenggorokan, sakit pinggang, meredakan asma, mengobati nyeri otot, menghangatkan badan, penambah nafsu makan, serta mencegah masuk angin. Karenanya setiap orang yang meminum jahe merah akan merasa lebih segar dan juga bisa membangkitkan gairah seks. Karena rasa panas dan hangatnya membuat pembuluh darah lebih terbuka dan aliran darah menjadi lancar. Dengan kata lain bisa mengatasi gangguan ereksi atau mencegah impotensi.
Referensi
Harmono, STP dan Drs Agus Andoko, Budidaya dan Peluang Bisnis Jahe, Penerbit Agromedia Pustaka, 2005.
Sumber : http://tanamanherbalnusantara.blogspot.com/2013/09/jingiberis-rhizoma-jahe.html
 

Jahe dan Pengolahan Ampyang

Pengolahan Kacang Tanah

Meski para remaja takut memakan kacang tanah karena takut muncul jerawat, namun tak bisa disangkal kalau mereka sering tidak bisa menahan keinginan untuk memakannya karena memang enak dan gurih rasanya kalau dimakan bahkan susah untuk menghentikan kalau sudah mulai menyantapnya. Oleh karena itu alangkah bagusnya kalau bisnis olahan kacang tanah dapat jadi pilihan. Berikut ini ada beberapa jenis olahan kacang tanah.
 
Kacang Asin
Kacang asin biasanyan untuk makanan ringan. Cara membuatanya cukup mudah yaitu kacang dicuci, bersamaan disortasi kemudian direbus sekitar 15 menit dan dicampur garam dan tawas secukupnya. Setelah matang ditiris, kemudian dijemur (2-3 hari) atau dipanggang dalam oven danselanjutnya di kemas.
 
Kacang Tanah rendah lemak dan kalori
Agar kacang tanah dapat rendah lemak dan kalori, ada caranya tersendiri untuk membuatnya yaitu dengan penekanan atau pengepresan secara mekanis dan bisa juga dengan pengembalian biji ke bentuk semula dan bisa juga dengan penggorengan sampai kering. Dengan cara tersebut kerusakanan protein dapat dihambat dan kebersihannya relatif terjamin.Kandungan kacang tanah turun dari 50% menjadi 31% sedangkan protein meningkat dari 21,4 % menjadi 37,4%.
 
Minyak Kacang
Kacang tanah mengandung banyak minyak, maka kacang tanah bisa diekstraksi untuk diambil minyaknya menjadi minyak goreng, minyak sayur, bahan baku dalam industry margarin atau lainnya. Cara pengolahannya bisa melalui proses hidrolik, proses ulir atau ekstraksi dengan pelarut atau kombinasi ketiganya untuk mendapatkan minyak kasar, kemudian dilakukan pemurnian untuk memisahkan lemak bebas warna dan aroma yang tidak dikehendaki.
 
Kue Kering kacang tanah
Bahan yang diperluakan kalau ingin membuat kue kering kacang tanah yaitu, tepung ubi kayu dan tepung garut.. Kacang tanah yang sudah rendah lemak dapat dicampur dengan ubi kayu dan tepung garut dengan perbandingan 2:2:1. Dengan perbandingan tersebut menghasilkan produk yang paling disenangi. Campuran tepung komposit tersebut mengandung 29,4% protein, 25,6% lemak, dan 34,4 % karbohidrat. Adapun cara pembuatannya sebagai berikut: Buat adonan yang terdiri dari margarine, mentega, gula halus, baking powder, air, vanili dan kuning telur untuk selanjutnya di aduk kemudian dapat dicetak. Setelah itu dipanggang dengan oven. Setelah matang diangin-anginkan kemudian dilakukan pengemasan.
 
Pasta/mentega Kacang Tanah
Pasta/mentega kacang tanah yang dimaksudkan yaitu mentega/pasta kacang tanah yang biasanya dipakai untuk maka roti tawar atau jenis roti yang lain. 
Cara pengolahannya sebagai berikut: 
Pertama, dilakukan penyangraian. Penyangraian ini sangat penting karena akan mempengaruhi warna produk yang dihasilkan. 
Tahap kedua, pendinginan, 
Tahap ke 3 penggilingan, 
Tahap ke 4 dicampur dengan menggunakan garam, pemanis, pengemulsi atau lainnya, setelah diaduk rata maka telah menjadi pasta/mentega kacang tanah untuk selanjutnya 
Tahap ke 5 dilakukan pengemasan. 
Dalam pengemasan ini upayakan semenarik mungkin karena akan mempengaruhi dalam pemasaran.
 
Kacang Tanah juga banyak dibuat kue ( misalnya ampyang) ataupun lauk seperti (misalnya rempeyek). Adapun resep dan cara membuatnya sebagai berikut.
 
Ampyang
Membuat ampyang ini memang kelihatannya mudah, tapi banyak juga yang menemui kegagalan seperti tidak bisa menggumpal dan mengeras, kacang tanahnya lembek dan tidak kriuk. Nah bagaimana biar kegagalan tersebut bisa ditekan?, ikuti resep berikut ini :
 
Bahan Ampyang 
Kacang Tanah : 300 gram 
gula jawa, serut atau potong kecil-kecil,100 ml 
air, 
400 gram kacang tanah kupas, 
50 gram jahe
 
Cara Membuatnya:
1) Serut atau cincang gula merah agar cepat larut, sisihkan. 
2) Sangrai kacang tanah di atas api kecil hingga matang dan kering. Angkat, sisihkan. 
3) Bakar jahe, kupas lalu iris-iris tipis, sisihkan.
4) Panaskan gula merah dan air hingga gula mulai meleleh. Tambahkan irisan jahe, masak di atas api kecil hingga gula larut. Angkat.
5) Masukkan kacang tanah sangrai, aduk rata.
6) Ambil satu sendok makan adonan gula kacang, cetakkan di atas loyang berlapis kertas roti.
7)Diamkan hingga gula mengeras dan dingin. Lepaskan dari kertas, sajikan.
 
Rempeyek
Bahan-bahan: 250 gram tepung beras, 1 sendok makan tepung kanji,460 ml santan dari 1/2 butir kelapa, 80 gram kacang tanah local, 4 lembar daun jeruk yang telah dibuang tulang daunnya kemudian diiris halus, dan minyak goring.
Bahan yang di haluskan:7 Siung bawang putih,1 sendok makan ketumbar sangrai,4 butir kemiri sangrai,1 1/2 sendok teh garam
 
Cara membuatnya:
1) Campur tepung beras, tepung kanji, santan, bumbu halus, dan daun jeruk iris. Aduk sampai rata dan menjadi adonan licin,
2). Masukkan kacang tanah, aduk merata,
3).panaskan minyak goreng dengan api sedang,
4). Tuang sesendok sayur adonan rempeyek kacang tipis merata pada tepian wajan,
5). Siram-siram adonan yang menempel pada wajan dengan minyak panas hingga adonan terlepas dari wajan 
6). Goreng hingga matangnya merata. Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, simpan dalam stoples kedap udara.
 
Penulis: Yulia Tri S (PP Madya)
Email:yuliatrisedyowati@yahoo.co.id
 
Sumber: 
http ://resepmasakanindonesia.info/resep-ampyang-kacang-tanah/
Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman pangan, Direktorat Kacang-kacangan dan umbi-umbian. Prospek Agribisnis Kacang Tanah.2002 
Sumber : cybex.deptan.go.id/penyuluhan/pengolahan-kacang-tanah